DIMINTA MUNDUR DARI KETUA DPD PKS

Tamarudin Ketua DPD PKS Kabupaten Kampar Periode 2015 – 2025

DITELPON PAS LAGI NYANGKUL

Lebih kurang sepuluh tahun lalu. Waktu itu lagi asyik-asyik nyangkul di sekolah. Tiba-tiba HP berbunyi. Pas dilihat ternyata ada panggilan dari salah seorang pejabat teras DPW PKS Riau. Dalam hati, “eh…tumben ada apa ini? kok ada telpon dari pengurus DPW?,”. (Maklum kita ni kader-kader biasa aja, tidak populer di DPW).

“Ba’da salam,” ustadz yang nelpon menyapa.

“Gimana kabarnya? sehatkan?,” lanjutnya.

“Alhamdulillah sehat ustadz,”. Jawab saya.

“Antum siap-siap ya.,.”. Sambung beliau.

(Karena segan bertanya, siap dalam hal apa?) saya jawab aja “Baik ustadz..,”.

Tidak lama-lama telponan itu sampai disitu saja. Jelas menyisakan penasaran kan?. Haha

JAS KEBESARAN

Selang beberapa hari ditelpon itu, DPD PKS Kampar menggelar MUSDA. Saya diundang untuk hadir sekaligus menyiapkan jas PKS. Bingung juga nyari jas, karena saya jarang pakai atribut-atribit PKS. Apalagi Jas. Akhirnya saya coba cari ke kantor DPD. Ada beberapa jas tergantung dalam lemari. Tapi ukurannya Big Size semua untuk badan saya yang tidak sampai bobot 55 Kg.

Tangannya juga kepanjangan. Tidak ada pilihan, jas itu tetap dibawa pulang. Oleh istri dijahit tangan bagian ujungnya.

Hadir di Musda PKS dengan “JAS KEBESARAN” rupanya dilantik jadi ketua. Haha…

Jangankan untuk dicita-citakan, mimpipun rasanya tidak ada.

MENJALANKAN AMANAH

Penuh tantangan tentunya bro, baik ke dalam maupun ke luar. Tapi coba diusahkanlah bagaimana bisa semakin baik. Dengan ilmu ‘kanuragan’ pas-pasan dan ‘ilmu ombui-ombui’ (baca bahasa lawakan, ilmu jampi-jampi) apa adanya. Ternyata mangkus (baca, manjur) juga. Kata ilmu-ilmu tersebut dalam organisasi budaya bermusyawarah itu hal perioritas dan harus dikawal, karena akal kolektif itu jauh lebih jitu ketimbang akal individu. Terus kalau bicara ke publik itu tidak usah tinggi-tinggi, kalau mereka cerita singkong, jangan cerita keju. Kalau cerita mereka jaipong, jangan cerita disko… kayak lagu Ari Wibowo aja.

Setiap ‘kakok tangan’ (baca, kinerja)pasti ada yang puas dan juga tidak puas. Itu tentu sudah dikalkulasikan dengan baik, karena kita bukan alat pemuas..

Jangan serius kali bacanya bro… hehe

DISURUH MUDUR

Setiap jabatan dan posisi tentu punya suka duka. Kesibukan diluar bisa jadi membuat hak-hak di rumah sedikit terkurangi. Disinilah kita harus  ‘beradu kesaktian’ dengan Ibu Negara.

“Mundur saja dari ketua”. Katanya berulang kali.

Tapi saya  tetap bertahan karena saya yakin lebih sakti dari istri, karena sudah kadung membaca Kitab arahan para ulama tetang amanah bahwa amanah jangan dikejar-kejar, Kalau diberi amanah juga jangan dilepas begitu saja. Selamat di periode pertama.

DITERPA SAKIT

Periode kedua diuji sakit. Sakit yang tidak tampak, tapi ada. Cukup lama. Sakit yang membuat saya terhenti dari keburukan dan terbuka pintu-pintu kebaikan. Sehingga sangat bersyukur kepadaNya, distop satu kebaikan tapi dibuka kebaikan-kebaikan yang banyak.

Mungkin saya yang terkena ungkapan “Mereka yang tidak bisa dinasehati para pemberi nasehat, akan dinasehati oleh peristiwa”.

Alhamdulillah periode kedua selesai.

Akhirnya, jabatan itu juga sama dengan ucapan. Terlalu singkat tidak baik. Terlalu panjang juga demikian. Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya.

Jangan menjabat bermasa-masa. Karena bahasa orang kampung saya jabatan bermasa-masa itu akan membuat Abuse Of Power. Terjemahan bebasanya Terbius oleh kekuasaan.

Bisa jadi lama menjabat itu bukan membuat semakin tajam, tapi membuat tumpul. Juga berlaku untuk pejabat publik… Eeh… Sorry agak nyerempet (semoga dibaca pusat dan dibuat kebijakan juga).

Agak kareh saketek (Baca, keras sedikit). Biar adil…haha

Panjang kali saya cerita bro, kesimpulannya pokoknya PKS mantap. Kerja kami kolektif, saya cerita subjektif untuk membuktikan bahwa di PKS itu simple.Tidak ruwet. Asal konsisten ikut UPA dan tidak  cawe-cawe. Karena cawe-cawe itu merusak sistim.

Selamat menjalankan amanah Untuk DPTD PKS Kampar.

Baca Juga

Menjadi Samudra, Bukan Tetesan Air

Oleh: Sony Martin Sekretaris DPW PKS Provinsi Riau Masa Bakti 2025 – 2030 Yap..!! Selesai …