Isi Kemerdekaan RI ke-81, Hendry Munief Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kualitas Diri

PEKANBARU — Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA, mengajak generasi muda untuk menjadikan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat kualitas diri melalui ilmu, akhlak, dan nilai-nilai agama.

Pesan tersebut disampaikan Hendry saat menjadi Pembina Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sekolah Al Fikri Pekanbaru, Senin (17/8/2026).

Dalam amanatnya, Hendry menekankan pentingnya tiga bekal utama bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan, yakni Al-Qur’an, akhlakul karimah, dan nilai akademis yang baik. Menurutnya, Al-Qur’an menjadi pedoman dalam menentukan arah kehidupan, sementara akhlak menjadi dasar dalam membentuk pribadi yang jujur, santun, amanah, dan bertanggung jawab. Di sisi lain, prestasi akademis menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki kemampuan dan kesempatan yang lebih luas untuk meraih cita-cita.

Hendry juga mengingatkan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam sejarah perjuangan bangsa. Semangat persatuan yang ditunjukkan para pemuda melalui Sumpah Pemuda 1928 hingga peran mereka menjelang Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 menjadi bukti bahwa pemuda selalu berada di garis depan perubahan.

“Kalau dahulu pemuda berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka pemuda hari ini memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan dengan ilmu, akhlak, kreativitas, kerja keras dan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujar Hendry Munief.

Dalam kesempatan tersebut, Hendry juga mengisahkan sosok Mush’ab bin Umair, sahabat Rasulullah SAW yang dikenal sebagai duta Islam pertama ke Madinah. Mush’ab diutus Rasulullah SAW untuk mengajarkan Al-Qur’an dan membimbing masyarakat Madinah. Dengan ilmu, akhlak dan pendekatan yang penuh hikmah, dakwah Mush’ab berkembang dan menjadi salah satu jalan penting yang mempersiapkan Madinah sebelum hijrahnya Rasulullah SAW.

Menurut Hendry, kisah Mush’ab bin Umair memberikan pelajaran penting bahwa seorang pemuda tidak harus menunggu menjadi tua untuk memberikan manfaat. Pemuda yang memiliki ilmu, akhlak, keberanian dan kemampuan berkomunikasi dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Karena itu, Hendry mengajak para siswa Al Fikri untuk tidak hanya mengejar prestasi akademis, tetapi juga membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai keagamaan.

“Al-Qur’an membimbing hati dan arah hidup, akhlakul karimah membentuk kepribadian, sedangkan ilmu dan prestasi akademis mempersiapkan kemampuan untuk berkarya dan memberi manfaat bagi orang lain,” pesannya.

Hendry Munief berharap generasi muda Riau, khususnya para pelajar, dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul secara akademis, kuat secara karakter, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan masyarakat. Menurutnya, kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, tetapi amanah yang harus diisi dengan karya dan kontribusi generasi penerus.

Dia menjelaskan bagaimana Sekolah SD/SMP/SMA IT Al Fikri dibangun pada tahun 2010 yang dimulai dengan 10 murid baru. Dimana 9 dari 10 murid tersebut berasal dari kalangan kurang mampu.

Namun berkat keyakinan bahwa setiap pertolongan kepada yang kurang mampu Allah akan memberikan kemudahan di setiap kehidupan.

“Kita berazam bahwa pendirian yayasan Al Fikri ini dalam rangka memberikan pendidikan yang layak kepada generasi muda bangsa, khususnya kepada kalangan kurang mampu. Alhamdulillah, semua Allah mudahkan, saat ini muridnya sudah ribuan. Yang mendapatkan beasiswa sudah ratusan murid. Allah mudahkan semuanya dalam menjalankan sekolah ini.” kenang Hendry Munief .

Baca Juga

Amal Fathullah: Komisioner KI dan KPID Riau Diminta Perkuat Komunikasi dan Layani Kepentingan Publik

PEKANBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau menetapkan nama-nama anggota Komisi Informasi (KI) …