PEKANBARU — Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau, H. Abdul Kasim, S.H., berharap Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan kesempatan yang luas kepada putra-putri daerah Riau untuk mengikuti proses perekrutan tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung apabila terdapat kebutuhan pegawai di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan milik Kementerian Kesehatan di Provinsi Riau.
Menurut Abdul Kasim, pembangunan dan pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan harus memberikan manfaat tidak hanya dalam meningkatkan kualitas pelayanan medis, tetapi juga membuka peluang kerja bagi sumber daya manusia lokal yang memiliki pendidikan, kompetensi, dan kualifikasi sesuai kebutuhan.
“Harapan kita, ketika pemerintah pusat membangun atau mengembangkan fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Riau, anak-anak daerah juga diberikan kesempatan untuk ikut berkontribusi. Mereka yang memiliki pendidikan, kemampuan, dan persyaratan sesuai formasi hendaknya memperoleh akses yang adil untuk mengikuti seleksi,” ujar Abdul Kasim.
Kesempatan kerja harus terbuka secara adil
Abdul Kasim menilai bahwa peluang kerja di sektor kesehatan sangat penting bagi generasi muda Riau, terutama lulusan perguruan tinggi kesehatan dan tenaga profesional yang selama ini berupaya mendapatkan pekerjaan sesuai bidang keahliannya.
Ia berharap Kementerian Kesehatan dapat memperhatikan potensi tenaga kerja lokal dalam perencanaan kebutuhan sumber daya manusia, termasuk dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kefarmasian, tenaga laboratorium medis, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, serta tenaga administrasi dan teknis sesuai kebutuhan fasilitas kesehatan.
Menurutnya, kesempatan bagi putra-putri daerah bukan berarti mengesampingkan pelamar dari wilayah lain. Seluruh proses harus tetap mengutamakan kompetensi, profesionalisme, transparansi, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Anak daerah harus dipersiapkan dan diberikan kesempatan yang sama untuk bersaing secara profesional. Jangan sampai generasi muda kita yang sudah menempuh pendidikan dan memiliki kompetensi justru tidak mendapatkan informasi atau akses yang memadai terhadap peluang kerja di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Mendorong informasi rekrutmen yang transparan
Abdul Kasim juga berharap Kementerian Kesehatan memberikan informasi yang jelas mengenai kebutuhan tenaga kerja, jenis jabatan, persyaratan pendidikan, kualifikasi, mekanisme seleksi, serta jadwal penerimaan apabila rekrutmen resmi dibuka.
Menurutnya, informasi tersebut perlu disampaikan melalui saluran resmi agar dapat dijangkau masyarakat, perguruan tinggi, dan para pencari kerja di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Ia menegaskan bahwa perekrutan melalui Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) harus dibedakan dari perekrutan pegawai dengan mekanisme kontrak atau skema kepegawaian lainnya. Setiap jalur mempunyai persyaratan dan ketentuan masing-masing.
“Kita berharap ada sosialisasi yang luas dan terbuka. Dengan demikian, lulusan kesehatan di Riau dapat mempersiapkan diri sejak awal, melengkapi persyaratan, meningkatkan kompetensi, dan mengikuti seleksi melalui prosedur yang sah,” ujarnya.
DPRD siap mendorong koordinasi dengan pemerintah pusat
Sebagai Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau, Abdul Kasim berharap pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memperoleh informasi mengenai perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan, peluang penempatan, dan kemungkinan pengembangan pelayanan kesehatan di Riau.
Ia juga mendorong agar kebutuhan tenaga kesehatan di daerah dipetakan secara akurat sehingga kebijakan perekrutan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan jumlah pegawai, tetapi juga mempertimbangkan pemerataan pelayanan dan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, penguatan sumber daya manusia kesehatan merupakan investasi jangka panjang. Apabila tenaga profesional lokal memperoleh kesempatan bekerja dan mengembangkan keahliannya, manfaatnya dapat dirasakan melalui peningkatan kualitas pelayanan, penguatan ekonomi keluarga, serta bertambahnya pengalaman profesional generasi muda.
“Pembangunan kesehatan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja. Kita ingin putra-putri Riau menjadi bagian dari kemajuan pelayanan kesehatan di daerahnya sendiri, dengan tetap menjunjung tinggi kompetensi, integritas, dan profesionalisme,” tutup H. Abdul Kasim, S.H.
Catatan: Berita ini merupakan draf aspirasi dan harapan politik, bukan pengumuman bahwa rekrutmen CPNS atau PPPK rumah sakit Kementerian Kesehatan di Riau telah dibuka. Informasi formasi dan jadwal harus dikonfirmasi melalui pengumuman resmi instansi terkait.
DPW PKS Provinsi Riau Situs Resmi DPW PKS Provinsi Riau
